April 2013 - www.jokowido2.com
Headlines News :

Survei Capres LKP Jokowi Tak Dihitung, Prabowo No 1

Written By SalamuN RespectoR on Monday, April 29, 2013 | 7:58 AM

http://joko-wido2.blogspot.com/2013/04/survei-capres-lkp-jokowi-tak-dihitung.html
Jakarta – Lembaga survei yang menamakan dirinya Lembaga Klimatologi Politik (LKP) melakukan survei elektabilitas capres. Nama Prabowo memucaki ‘klasemen’ capres, namun Joko Widodo (Jokowi) tak dihitung.

Survei ini dilakukan tanggal 20-30 Maret 2013 di 33 provinsi dengan mengambil sampel 1.225 orang responden melalui teknik multi stage random sampling. Dengan margin of error sekitar 2,8% dan level of convidence 95%.

Teknik pengumpulan data wawancara tatap muka dengan dengan responden dibantu kuesioner. Survei hanya membatasi pada tokoh-tokoh nasional yang berada dalam struktur partai. Survei tidak melibatkan tokoh-tokoh alternatif sebagai kandidat capres.

Karena inilah nama Gubernur DKI Jakarta Jokowi yang fenomenal dan muncul sebagai capres paling potensial di berbagai survei tak ada.

“Secara realitas politik, peluang tokoh alternatif untuk muncul menjadi capres pada Pilpres 2014 sangat kecil dan cenderung hanya menjadi wacana,” terang Usman Rachman, CEO Lembaga Klimatologi Politik, dalam paparan survei di Ruang Singgasana Hall E lantai 2 Hotel Grand Kemang, Jl Matraman Raya, Jakarta, Minggu (28/4/2013).

Berikut elektabilitas tokoh parpol jika Pilpres digelar hari ini:

1. Prabowo Subianto: 19,8 persen
2. Wiranto: 15,4 persen
3. Megawati Soekarnoputri: 13,3 persen
4. Ani Yudhoyono: 4,8 persen
5. Hatta Rajasa: 3,9 persen
6. Surya Paloh: 3,8 persen
7. Sutiyoso: 2,7 persen
8. Yusril Ihza Mahendra: 2,5 persen
9. Muhaimin Iskandar: 1,8 persen
10. Anis Matta: 1,3 persen
11. Suryadharma Ali: 1,1 persen
Tokoh lain: 3,8 persen
Tidak tahu: 11,4 persen

Basuki Senang, Lelang Jabatan Tak Bisa “Nyontek”

http://joko-wido2.blogspot.com/2013/04/basuki-senang-lelang-jabatan-tak-bisa.html
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, tampak sumringah. Ia puas dengan pelaksanaan tes lelang jabatan di hari pertama. Sistem berjalan lancar dan tak gaduh.

Seusai inspeksi pelaksanaan uji tes kompetensi bidang di SMAN 1, Jalan Budi Utomo, Jakarta Pusat, Sabtu (27/4/2013), Basuki mengungkapkan kegirangannya. Ia percaya, sistem itu bisa berbuah hasil yang kredibel. “Saya senang soal dibuat berubah-ubah, jadi menyontek juga percuma,” kata Basuki.

Ia menjelaskan, pihaknya memaksimalkan penggunaan teknologi informasi. Dengan bantuan sebuah program CAT (computer assisted test) maka soal bisa diacak otomatis. Setiap peserta akan mendapat soal berbeda.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI membuat seribu jenis soal untuk menyokong program tersebut. Dengan stok soal yang banyak itu, peluang nyontek, kata Basuki, menjadi hampir tidak ada. “Masukin ke komputer sistemnya langsung teracak. Selesai ngisi (ujian) langsung tahu nilainya,” ujar pria yang akrab disapa Ahok itu.

Basuki tiba-tiba datang ke SMAN 1 Jakarta. Di sekolah itu, ia sempat melihat dari dekat peserta ujian yang seluruhnya mengincar posisi lurah. Tiga gelombang ujian di gelar di dua laboratorium komputer. Minggu besok, satu gelombang ujian untuk posisi camat dilangsungkan di sana.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. www.jokowido2.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger