www.jokowido2.com
Headlines News :

Latest Post

Jokowi Capres Terkuat Ungguli Prabowo dan Aburizal Bakrie

Written By SalamuN RespectoR on Monday, May 27, 2013 | 7:52 AM

Jokowi Capres Terkuat Ungguli Prabowo dan Aburizal Bakrie
Hasil survei Center for Strategic and International Studies (CSIS) menempatkan Gubernur DKI Jakarta Joko "Jokowi" Widodo di peringkat pertama sebagai tokoh calon presiden (capres) alternatif.

"Pada dasarnya (hasil) ini bukan soal 'fenomena Jokowi' semata, melainkan bahwa masyarakat Indonesia benar-benar mengharapkan calon pemimpin alternatif, yaitu Jokowi atau calon alternatif lain," kata peneliti CSIS Philip Jurius Vermonte di Jakarta, Minggu.

Jokowi Capres Terkuat Ungguli Prabowo dan Aburizal Bakrie (ical), sejumlah nama tokoh capres yang disebutkan oleh 1.635 responden antara lain Jokowi (28,6 persen), Prabowo Subianto (15,6 persen), Aburizal Bakrie (7 persen), Megawati (5,4 persen) dan Jusuf Kalla (3,7 persen).

Sementara itu, pengamat politik sekaligus peneliti senior CSIS J Kristiadi mengatakan kemunculan Jokowi bertepatan dengan momentum pencarian tokoh capres alternatif, terlepas dari opini bahwa mantan wali kota Solo itu baru menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Lebih dari separuh responden (53,9 persen) menyatakan setuju jika Jokowi maju sebagai kandidat capres meskipun masih menjabat sebagai Gubernur.

"Kesulitan Jokowi untuk mendapatkan dukungan partai masih dipersoalkan, tetapi kalau tingkat elektabilitasnya mencapai 50 persen pasti dia akan diperebutkan oleh partai-partai," kata Kristiadi.

Namun demikian, Kristiadi berharap nama-nama tokoh alternatif lain juga dapat muncul sebagai capres, sehingga Jokowi tidak selalu disandingkan dengan tokoh-tokoh lama seperti dalam hasil survei itu.

"Salah satu hal yang bisa menjadikan Pemilu 2014 menjadi titik terang dan memberikan harapan adalah dengan mengeksploitasi nama-nama selain yang sudah pernah muncul," katanya.

Oleh karena itu, politik pemberitaan mengenai tokoh capres alternatif menjadi penting karena masyarakat dapat diberikan beberapa pilihan baru sebagai capres.

Hasil survei yang dilakukan 9-16 April itu menunjukkan nama Jokowi menjadi tokoh alternatif yang langsung muncul di benak para responden (top of mind) tanpa disodori daftar pilihan nama tokoh.

Temuan tersebut diperoleh dari wawancara terhadap responden di 31 provinsi di Tanah Air, yang dilakukan secara acak bertingkat, mulai dari tingkat kelurahan, RT hingga kepala keluarga.

19 Janji Jokowi Selama Kampanye

Written By SalamuN RespectoR on Thursday, May 9, 2013 | 4:56 AM

Berikut 19 Janji Jokowi Selama Kampanye:

1.Tidak memakai Voorijder untuk merasakan juga kemacetan
2.Hanya 1 jam di kantor. Selebihnya, meninjau pelayanan publik di lapangan.
3.Tidak tersinggung dengan pertanyaan wartawan yang menyudutkan pihaknya
4.Tidak memberikan pentungan dan perlengkapan yang memungkinkan Polisi Pamong Praja memukul warga.
5.Menambah 1.000 unit bus Transjakarta (Jakarta, 24 Juni 2012)
6.Memberikan honor tambahan kepada Ketua RT/ RW di Jakarta sebanyak Rp 500 ribu per bulan, dan asuransi kesehatan. (Jakarta, 6 Juli 2012)
7.Memberikan asuransi kesehatan kepada semua anggota RT/RW..(Jakarta, pada 6 Juli 2012)
8.Akan memimpin Jakarta selama lima tahun. Tidak menjadi kutu loncat dengan mengikuti Pemilu 2014. (Jumpa pers di rumah Megawati Soekarnoputri, 20 September 2012)
9.Membangun perkampungan yang sehat dan layak huni. Hunian di bantaran Sungai Ciliwung di desain menjadi kampung susun. Melakukan intervensi sosial untuk merevitalisasi pemukiman padat dan kumuh tanpa melakukan penggusuran. (Debat Calon Gubernur DKI Jakarta, 14 September 2012)
10.Mengatasi banjir  dengan melakukan pembangunan embung/folder untuk menangkap dan menampung air hujan di setiap kecamatan dan setiap kelurahan. Mengintegrasikan seluruh saluran drainase agar terkoneksi dengan kanal-kanal pembuangan air.
11.Memperbanyak armada angkutan umum, terutama bus TransJakarta di koridor-koridor yang tetap dipertahankan sebagai jalur bus khusus. Merintis MRT/subway. Busway diubah menjadi railbus yang berkapasitas lebih besar. Dengan demikian yang bergerak warga bukan mobil.
12.Membangun Mal PKL, Ruang Publik & Revitalisasi Pasar Tradisional sehingga tidak mengganggu pengguna jalan. (Jakarta, 18 September 2012)
13.Membangun kebudayaan warga kota berbasis komunitas. Merevitalisasi dan melengkapi fasilitas kawasan Old Batavia.
14.Membenah birokrasi bersih dan  profesional agar pemerintahan berjalan bersih, transparan, dan profesional.
15.Memberikan pendidikan gratis Kartu melalui kartu Jakarta Pintar. Dengan kartu ini maka warga Jakarta dapat merasakan pendidikan gratis dari SD hingga SMA. Program ini telah berhasil diterapkan di Solo selama 5 tahun. (Kampanye di Kampung Sawah, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, 29 Juni 2012).
16.Melegalkan tanah-tanah yang sebelumnya tidak diakui oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau tanah ilegal. (Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, 15 September 2012)
17.Melakukan redesain total dengan membangun Jakarta dari kampung-kampung. (Menteng Dalam, 14 September 2012).
18.Setiap kampung punya ruang publik, ruang hijau, serta drainase memadai dan punya tangki pembuangan komunal. (Menteng Dalam, 14 September 2012)
19.Melanjutkan program Kanal Banjir Timur serta pembangunan tanggul di tiap kecamatan.

Carut Marut e-KTP Menghabiskan Dana Rp. 5,8 Triliun | SalamuN RespectoR

Written By SalamuN RespectoR on Wednesday, May 8, 2013 | 9:22 PM

http://salamun-salamun.blogspot.com/2013/05/carut-marut-e-ktp-menghabiskan-dana-rp.html
Carut marut proyek dan pengadaan e-KTP yang ditangani oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu menghabiskan dana negara sebesar Rp 5,8 triliun, tetapi ternyata hasilnya tidak sesuai dengan nilai proyeknya yang fantastis. Menurut Edaran Menteri Dalam Negeri No 471.13/1826/SJ tentang e-KTP, kartu identitas itu hanya bisa difotokopi satu kali.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Batanghari Ardian Faisal mengatakan jika e-KTP difotokopi berulang-ulang maka chip yang penyimpan data di e-KTP akan rusak, sehingga tidak bisa dibaca komputer.

"Chip e-KTP juga akan rusak jika didostabler atau dipres. Sinar mesin fotokopi akan merusak nomor induk kependudukan (NIK)," ujar dia.

Untuk itu, e-KTP cukup difotokopi satu kali, dan sebagai solusinya jika ingin memperbanyak, fotokopi pertama itu yang digunakan untuk keperluan lainnya.

Ardian juga menjelaskan, Surat Edaran Mendagri ini ditujukan kepada lembaga keuangan, BUMN, gubernur, bupati, kepala LPNK, kapolri, para pimpinan bank, instansi lainnya dan masyarakat.

Jubir Kemendagri Reydonnyzar Moeloek langsung meluruskan soal e-KTP yang disebut akan rusak jika difotokopi lebih dari satu kali.

"Sebenarnya bukan akan rusak kalau difotokopi. Maksud bapak menteri anjuran hanya difotokopi sekali itu agar masyarakat hati-hati menjaga e-KTP miliknya. Kata beliau "kan kalau di tempat fotokopi itu nanti seringnya distaples atau dipres".

Reydonnyzar menjamin e-KTP tak mudah rusak. Apalagi kalau hanya kena sinar mesin fotokopi. "Itu preventif saja. Kita sudah cek berkali-kali. e-KTP ini kuat, jatuh ke air juga tidak apa-apa. Bahannya juga tidak mudah patah. Beda dengan kartu kredit, itu kan mudah patah" .

Reydonnyzar berharap dengan anjuran itu masyarakat benar-benar menjaga e-KTP. Apalagi nanti pemerintah sedang menyiapkan card reader untuk membaca e-KTP. Sesuai dengan namanya, nanti kartu identitas ini memang akan digunakan secara elektronik.

Begitulah carut marut proyek e-KTP yang hasilnya kurang maksimal dan mengecewakan masyarakat selain itu juga menelan biaya triliunan. Semoga dapat bermanfaat untuk semua masyarakat Indonesia dan sobat blogger.
Carut Marut e-KTP Menghabiskan Dana Rp. 5,8 Triliun | SalamuN RespectoR

Kans Jokowi di Pilpres 2014 Besar

Written By SalamuN RespectoR on Saturday, May 4, 2013 | 5:30 PM

http://joko-wido2.blogspot.com/2013/05/kans-jokowi-di-pilpres-2014-besar.html
Kans Jokowi di Pilpres 2014 Besar

Jakarta - Peluang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memenangkan Pilpres 2014 dinilai cukup besar. Tinggal apakah Jokowi mau nyapres atau tidak pada saatnya nanti.

"Kans Jokowi sangat besar, masalahnya dia mau tidak jadi capres? Selama ini kan dia hanya mau fokus menyelesaikan jakarta," kata CEO Lembaga Klimatologi Politik (LKP), Usman Rachman, usai paparan hasil survei di Ruang Singgasana Hall E lantai 2 Hotel Grand Kemang, Jl Matraman Raya, Jakarta, Minggu (28/4/2013)

Langkah Jokowi menuju ke Pilpres 2014 juga sangat bergantung kepada restu ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Karena sampai saat ini Mega belum memastikan tak nyapres lagi di 2014.

"Kekuasaan itu menggoda, apakah yang secara struktural berada dalam posisi lebih tinggi mau untuk menyerahkan kepada yang lebih rendah," katanya.

Namun apa boleh buat, popularitas Jokowi terus naik. Apalagi dengan santun Jokowi terus mengelak dari wacana Pilpres 2014.

"Semakin Jokowi mengatakan akan fokus menyelesaikan persoalan Jakarta, semakin tinggi elektabilitasnya," lanjutnya.

"Memang berjalannya waktu angka elektabilitas Jokowi terus naik," simpulnya.

Survei Capres LKP Jokowi Tak Dihitung, Prabowo No 1

Written By SalamuN RespectoR on Monday, April 29, 2013 | 7:58 AM

http://joko-wido2.blogspot.com/2013/04/survei-capres-lkp-jokowi-tak-dihitung.html
Jakarta – Lembaga survei yang menamakan dirinya Lembaga Klimatologi Politik (LKP) melakukan survei elektabilitas capres. Nama Prabowo memucaki ‘klasemen’ capres, namun Joko Widodo (Jokowi) tak dihitung.

Survei ini dilakukan tanggal 20-30 Maret 2013 di 33 provinsi dengan mengambil sampel 1.225 orang responden melalui teknik multi stage random sampling. Dengan margin of error sekitar 2,8% dan level of convidence 95%.

Teknik pengumpulan data wawancara tatap muka dengan dengan responden dibantu kuesioner. Survei hanya membatasi pada tokoh-tokoh nasional yang berada dalam struktur partai. Survei tidak melibatkan tokoh-tokoh alternatif sebagai kandidat capres.

Karena inilah nama Gubernur DKI Jakarta Jokowi yang fenomenal dan muncul sebagai capres paling potensial di berbagai survei tak ada.

“Secara realitas politik, peluang tokoh alternatif untuk muncul menjadi capres pada Pilpres 2014 sangat kecil dan cenderung hanya menjadi wacana,” terang Usman Rachman, CEO Lembaga Klimatologi Politik, dalam paparan survei di Ruang Singgasana Hall E lantai 2 Hotel Grand Kemang, Jl Matraman Raya, Jakarta, Minggu (28/4/2013).

Berikut elektabilitas tokoh parpol jika Pilpres digelar hari ini:

1. Prabowo Subianto: 19,8 persen
2. Wiranto: 15,4 persen
3. Megawati Soekarnoputri: 13,3 persen
4. Ani Yudhoyono: 4,8 persen
5. Hatta Rajasa: 3,9 persen
6. Surya Paloh: 3,8 persen
7. Sutiyoso: 2,7 persen
8. Yusril Ihza Mahendra: 2,5 persen
9. Muhaimin Iskandar: 1,8 persen
10. Anis Matta: 1,3 persen
11. Suryadharma Ali: 1,1 persen
Tokoh lain: 3,8 persen
Tidak tahu: 11,4 persen

Basuki Senang, Lelang Jabatan Tak Bisa “Nyontek”

http://joko-wido2.blogspot.com/2013/04/basuki-senang-lelang-jabatan-tak-bisa.html
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, tampak sumringah. Ia puas dengan pelaksanaan tes lelang jabatan di hari pertama. Sistem berjalan lancar dan tak gaduh.

Seusai inspeksi pelaksanaan uji tes kompetensi bidang di SMAN 1, Jalan Budi Utomo, Jakarta Pusat, Sabtu (27/4/2013), Basuki mengungkapkan kegirangannya. Ia percaya, sistem itu bisa berbuah hasil yang kredibel. “Saya senang soal dibuat berubah-ubah, jadi menyontek juga percuma,” kata Basuki.

Ia menjelaskan, pihaknya memaksimalkan penggunaan teknologi informasi. Dengan bantuan sebuah program CAT (computer assisted test) maka soal bisa diacak otomatis. Setiap peserta akan mendapat soal berbeda.

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI membuat seribu jenis soal untuk menyokong program tersebut. Dengan stok soal yang banyak itu, peluang nyontek, kata Basuki, menjadi hampir tidak ada. “Masukin ke komputer sistemnya langsung teracak. Selesai ngisi (ujian) langsung tahu nilainya,” ujar pria yang akrab disapa Ahok itu.

Basuki tiba-tiba datang ke SMAN 1 Jakarta. Di sekolah itu, ia sempat melihat dari dekat peserta ujian yang seluruhnya mengincar posisi lurah. Tiga gelombang ujian di gelar di dua laboratorium komputer. Minggu besok, satu gelombang ujian untuk posisi camat dilangsungkan di sana.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. www.jokowido2.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger